Dari Membongkar Korupsi Triliunan hingga Duduk di Kursi Terdakwa, Nama Febrie Adriansyah Jadi Sorotan!

Nama Febrie Adriansyah kembali menjadi perhatian publik setelah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tersebut menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2026. Febrie menegaskan bahwa komitmennya terhadap pemberantasan korupsi tidak berubah, meskipun kini menghadapi dakwaan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pernyataan itu menjadi sorotan karena Febrie sebelumnya dikenal pernah menangani sejumlah perkara korupsi berskala besar.

Dalam nota perlawanannya, Febrie mengungkit rekam jejak penanganan perkara besar, termasuk kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina serta tata niaga komoditas timah. Ia menyampaikan bahwa perkara-perkara tersebut telah diproses hingga berkekuatan hukum tetap. Febrie juga menyatakan tidak pernah meminta jabatan selama berkarier sebagai jaksa dan mempertanyakan tuduhan yang kini ditujukan kepadanya. Menurut laporan ANTARA, ia menekankan bahwa penegakan hukum seharusnya berjalan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum, bukan tekanan kepentingan atau pembalasan.

Di sisi lain, perkara yang menjerat Febrie tetap harus dipahami berdasarkan proses hukum yang berjalan. Jaksa penuntut umum mendakwanya melakukan pemerasan senilai Rp55 miliar terkait penanganan perkara PT Asuransi Jiwasraya dan/atau PT ASABRI, serta TPPU. Dalam laporan detikNews, Febrie dan pihak terkait juga disebut menghadapi dakwaan TPPU dengan nilai sekitar Rp346,7 miliar dan 440.990 dolar AS. Angka dan uraian tersebut merupakan bagian dari dakwaan penuntut umum, bukan putusan bersalah yang telah berkekuatan hukum tetap. Febrie membantah tuduhan dan melalui nota perlawanannya meminta agar dakwaan dibatalkan atau dinyatakan tidak dapat diterima.

Perkembangan ini menjadi ujian penting bagi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia. Rekam jejak menangani perkara korupsi besar tidak otomatis membuktikan seseorang bersalah maupun membebaskannya dari proses hukum; sebaliknya, dakwaan juga tidak boleh langsung dianggap sebagai vonis. Publik perlu mengikuti jalannya persidangan, memeriksa bukti yang diajukan kedua pihak, serta menunggu keputusan majelis hakim. Pada akhirnya, prinsip yang harus dijaga tetap sama: pemberantasan korupsi harus tegas, transparan, dan berlaku bagi siapa pun tanpa pengecualian.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dari-membongkar-korupsi-triliunan-hingga-duduk-di-kursi-terdakwa-nama-febrie-adriansyah-jadi-sorotan

0

Pelanggan Tak Selalu Melihat Iklan, Tapi Satu Pesan WhatsApp Bisa Mengubah Segalanya

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan bukan perkara mudah. Unggahan media sosial bisa saja terlewat, sementara iklan membutuhkan strategi dan anggaran tersendiri. Karena itu, pelaku usaha perlu menemukan cara komunikasi yang lebih dekat dengan calon pembeli. Salah satu pendekatan yang bisa dipertimbangkan adalah memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, penawaran, dan kabar terbaru secara langsung kepada pelanggan.

Namun, mengirim pesan satu per satu tentu membutuhkan waktu, terutama ketika bisnis memiliki banyak pelanggan. Di sisi lain, pesan promosi yang tidak relevan atau dikirim terlalu sering justru dapat membuat penerima merasa terganggu. Kuncinya bukan sekadar menjangkau banyak orang, melainkan memastikan informasi yang dikirim sesuai kebutuhan, disampaikan dengan jelas, dan diberikan kepada kontak yang memang bersedia menerima komunikasi dari bisnis.

Di sinilah WA Blasting dapat menjadi pilihan untuk membantu kegiatan pemasaran berjalan lebih praktis. Melalui layanan pengiriman pesan WhatsApp secara massal, bisnis dapat menyampaikan informasi promo, peluncuran produk, pengumuman, hingga tindak lanjut kepada banyak pelanggan tanpa harus mengetik pesan berulang kali. Dengan pengelolaan kontak dan penyusunan pesan yang tepat, komunikasi dapat dilakukan secara lebih teratur sekaligus menghemat waktu tim pemasaran.

Lebih dari sekadar mengirim pesan, WA Blasting dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan pelanggan. Pelaku usaha dapat menyesuaikan isi pesan berdasarkan kebutuhan audiens, memilih waktu pengiriman yang tepat, serta mengevaluasi respons untuk menyusun strategi berikutnya. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan persetujuan penerima, relevansi pesan, dan kebijakan WhatsApp agar promosi tidak berubah menjadi spam. Dengan strategi yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pendukung pemasaran digital yang membantu bisnis menjangkau pelanggan secara lebih efektif.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pelanggan-tak-selalu-melihat-iklan-tapi-satu-pesan-whatsapp-bisa-mengubah-segalanya

0

Udara Gratis, Penyakitnya Mahal! Kabut Asap Karhutla Ancam Jutaan Warga Indonesia

JAKARTA — Udara yang seharusnya bisa dihirup dengan bebas kini menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus menjadi perhatian membuat kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga masalah kesehatan. Di tengah aktivitas masyarakat yang harus tetap berjalan, paparan asap berpotensi memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga memperburuk penyakit yang sudah diderita warga.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota terdampak karhutla. Angka tersebut disampaikan dalam pemberitaan pada Rabu, 14 Oktober 2026, berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 13.30 WIB. Dari total tersebut, sebanyak 219.559 kasus tercatat pada kelompok usia di atas lima tahun, sedangkan 63.711 kasus dialami balita. Artinya, angka 219.559 yang banyak diberitakan bukanlah jumlah keseluruhan kasus ISPA, melainkan bagian dari total kumulatif tersebut.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Kemenkes juga memetakan 12 wilayah dengan kualitas udara berbahaya yang tersebar di Kalimantan Tengah sebanyak enam wilayah, Sumatera Selatan dua wilayah, Jambi dua wilayah, Kalimantan Selatan satu wilayah, dan Riau satu wilayah. Dalam laporan tersebut, Kalimantan Selatan mencatat 74.636 kasus ISPA, disusul Sumatera Selatan dengan 74.458 kasus. Angka tersebut menunjukkan besarnya beban gangguan pernapasan yang dilaporkan di dua provinsi tersebut, meskipun jumlah kasus ISPA tidak otomatis berarti seluruh kasus disebabkan langsung oleh kabut asap.

Ancaman kabut asap tidak bisa dianggap sepele karena asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa berbahaya lainnya. Paparan tersebut dapat memicu batuk, iritasi mata dan tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih. Ketika kualitas udara memburuk, warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar, menutup celah masuk asap, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gejala berat.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla tidak cukup diselesaikan dengan memadamkan api setelah kebakaran meluas. Pencegahan kebakaran, penegakan aturan, pemantauan kualitas udara, serta kesiapan fasilitas kesehatan harus berjalan beriringan. Sebab, ketika asap menyelimuti permukiman, dampaknya bukan hanya hutan yang terbakar, melainkan juga aktivitas sekolah, pekerjaan, dan kesehatan keluarga. Jika udara bersih merupakan kebutuhan dasar, masyarakat tentu tidak seharusnya terus-menerus membayar mahal akibat pencemaran yang mengancam pernapasan mereka.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/udara-gratis-penyakitnya-mahal-kabut-asap-karhutla-ancam-jutaan-warga-indonesia

0

Tak Cukup Ramai Pembeli, UMKM Juga Perlu Catatan Keuangan yang Rapi!

Perkembangan pembayaran digital mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan transaksi yang lebih praktis. Namun, banyaknya pembeli belum tentu menjamin keuntungan jika pemasukan, pengeluaran, dan stok barang tidak tercatat dengan baik. Karena itu, pencatatan keuangan yang teratur penting untuk membantu pedagang mengontrol usaha.

Salah satu kemudahannya adalah QRIS, yang memungkinkan pelanggan membayar secara non-tunai. Pedagang tetap perlu memeriksa status pembayaran melalui kanal resmi, mencocokkan transaksi, serta menjaga keamanan akun dengan tidak membagikan kata sandi dan kode OTP kepada siapa pun.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital dengan fitur pencatatan transaksi penjualan, pengelolaan stok, laporan penjualan, serta keuangan dan akuntansi. Aplikasi ini membantu pedagang memantau aktivitas usaha secara lebih terstruktur. Informasi fitur dan paket layanan dapat dilihat melalui situs resmi Aposerba.

Digitalisasi akan lebih bermanfaat jika disertai kebiasaan mencatat transaksi secara konsisten, memeriksa laporan, dan mengevaluasi pengeluaran. Dengan dukungan Aposerba dan pengelolaan yang disiplin, UMKM dapat lebih mudah memahami kondisi keuangan serta merencanakan perkembangan usahanya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/tak-cukup-ramai-pembeli-umkm-juga-perlu-catatan-keuangan-yang-rapi

0

SBY Ingatkan Politikus: Jangan Sampai Partai Diutamakan, Negara Malah Dilupakan!

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti pentingnya sikap negarawan di tengah dinamika politik nasional. Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Jawa Barat, pada 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, SBY mengajak para pemimpin dan politikus untuk tidak hanya memikirkan kepentingan jangka pendek, tetapi juga masa depan bangsa.

Menurut SBY, keinginan politikus untuk kembali terpilih dalam pemilu merupakan hal yang wajar. Namun, seorang negarawan harus memiliki cara pandang yang lebih luas dengan mempertimbangkan kepentingan negara dalam jangka panjang. Ia menegaskan prinsip country over party, yakni kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas kepentingan partai politik. Pesan tersebut menekankan bahwa jabatan politik bukan semata-mata tentang mempertahankan kekuasaan, melainkan juga tentang tanggung jawab terhadap masa depan masyarakat.

Selain membahas sikap negarawan, SBY menegaskan bahwa politik tetap harus memiliki moral dan etika meskipun persaingan di dalamnya dapat berlangsung keras. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kini tidak lagi aktif dalam politik praktis sehari-hari dan sedang menekuni dunia seni. Meski demikian, ia menyatakan tetap memberikan dukungan kepada generasi muda yang ingin berkiprah dalam politik. Menurutnya, pengalaman generasi terdahulu dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.

Pernyataan SBY kemudian mendapat perhatian dalam pemberitaan politik, termasuk setelah muncul respons dari politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang mengomentari pesan tersebut. Sejumlah pihak mengaitkan pernyataan SBY dengan dinamika politik tokoh nasional, tetapi tidak tepat menyimpulkan bahwa pesan itu ditujukan kepada seseorang tertentu tanpa bukti yang jelas. Inti pernyataan SBY adalah pentingnya menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan partai, menjaga etika politik, dan memikirkan masa depan Indonesia.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sby-ingatkan-politikus-jangan-sampai-partai-diutamakan-negara-malah-dilupakan

0

Ngecas Cuma 5 Menit, Mobil Listrik BYD Bikin Waktu Tunggu Terasa Kuno!

Bayangkan baru selesai memesan kopi, tetapi baterai mobil listrik sudah terisi jauh lebih banyak. Gambaran itu kini semakin mendekati kenyataan lewat teknologi Flash Charging yang diperkenalkan BYD di Indonesia pada 14 Oktober 2026. Inovasi ini menjadi sorotan karena menawarkan waktu pengisian daya yang jauh lebih singkat dibandingkan pengisian mobil listrik pada umumnya. Jika selama ini pengemudi harus mengatur perjalanan berdasarkan waktu mengecas, teknologi baru ini berpotensi membuat pengalaman berkendara listrik menjadi lebih praktis.

Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan pengisian baterai. Menurut BYD, teknologi Flash Charging yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit. Bahkan, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim dapat dicapai dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal. Angka ini tentu menarik perhatian, terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jauh dan tidak ingin terlalu lama berhenti di stasiun pengisian.

Teknologi tersebut berpotensi mengurangi salah satu kekhawatiran pengguna mobil listrik, yaitu waktu pengisian baterai yang panjang. Namun, kecepatan tersebut tidak berarti semua mobil listrik bisa mengecas secepat itu. Hasilnya bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan baterai, kemampuan stasiun pengisian, serta kondisi penggunaan. Karena itu, ketersediaan infrastruktur Flash Charging menjadi faktor penting agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. BYD sebelumnya juga mengumumkan rencana pembangunan jaringan stasiun Flash Charging di China dan ekspansi global secara bertahap.

Kehadiran Flash Charging menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik kini bukan hanya soal harga, desain, atau jarak tempuh, tetapi juga seberapa cepat kendaraan dapat kembali digunakan. Meski demikian, calon konsumen tetap perlu memperhatikan harga kendaraan, lokasi stasiun yang kompatibel, biaya pengisian, dan layanan purnajual sebelum memutuskan membeli. Jika jaringan pengisian cepat berkembang dan dapat diakses dengan mudah, teknologi ini berpotensi membuat mobil listrik semakin praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi, bukan sekadar baterai cepat penuh—yang paling penting, kemudahan itu benar-benar tersedia saat pengemudi membutuhkannya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ngecas-cuma-5-menit-mobil-listrik-byd-bikin-waktu-tunggu-terasa-kuno

0

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menarik perhatian calon pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan semata. Pelaku usaha perlu menemukan cara berkomunikasi yang lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran. Salah satu saluran yang banyak digunakan masyarakat sehari-hari adalah WhatsApp, aplikasi pesan yang memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan secara langsung. Tak heran jika komunikasi melalui pesan menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan untuk memperkenalkan produk, menyampaikan informasi, hingga menjaga hubungan dengan pelanggan.

Namun, bagaimana jika sebuah bisnis perlu menyampaikan informasi promosi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengetik dan mengirim pesan satu per satu? Di sinilah strategi komunikasi digital mulai memainkan peran penting. Dengan pengelolaan pesan yang terencana, bisnis dapat menghemat waktu, menjaga konsistensi informasi, dan menyusun kampanye promosi secara lebih terarah. Meski begitu, keberhasilan promosi tetap bergantung pada isi pesan yang relevan, waktu pengiriman, serta kesediaan penerima untuk menerima informasi tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan WhatsApp secara massal untuk kebutuhan promosi maupun penyampaian informasi. Melalui layanan ini, pelaku usaha dapat menyusun pesan untuk menjangkau pelanggan dalam satu kegiatan komunikasi yang lebih terorganisasi. Informasi mengenai layanan WA Blasting dapat dilihat melalui halaman produk BWI sebagai langkah awal untuk mengenal solusi yang ditawarkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis.

Lantas, apakah WA Blasting bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran yang lebih efektif? Potensinya terletak pada kemampuan membantu bisnis mengelola komunikasi dengan pelanggan secara lebih praktis, terutama ketika ada informasi produk, penawaran, atau pengumuman yang perlu disampaikan. Agar penggunaannya tetap profesional, bisnis perlu memperhatikan persetujuan penerima, relevansi pesan, serta ketentuan penggunaan WhatsApp. Dengan strategi yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung promosi digital tanpa mengabaikan kenyamanan pelanggan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sekali-kirim-banyak-yang-membaca-ini-rahasia-di-balik-strategi-promosi-digital-yang-bikin-penasaran

0

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

PACITAN, JAWA TIMUR – Perahu ditemukan tanpa penumpang di sekitar perairan Pantai Watu Murep, Kabupaten Pacitan. Dua nelayan lanjut usia, Mislan (68) dan Budianto (65), warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, dilaporkan hilang setelah melaut. Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, keberadaan keduanya belum diketahui.

Berdasarkan informasi awal, keduanya diperkirakan hendak kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Namun, perjalanan pulang diduga terkendala jarak pandang yang terbatas pada malam hari serta gelombang laut yang tinggi. Meski demikian, penyebab pasti hilangnya kedua nelayan tersebut belum diketahui.

Tim SAR gabungan menerima laporan pada Selasa pagi dan melakukan pencarian dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pacitan, Polres Pacitan, unsur TNI, serta komunitas nelayan setempat. Kondisi gelombang tinggi menjadi kendala sehingga penyisiran di tengah laut belum dapat dilakukan secara maksimal. Untuk sementara, pencarian difokuskan pada pemantauan dari darat dan sepanjang pesisir pantai.

Hingga laporan terbaru pada 14 Oktober 2026, tim gabungan masih berupaya menemukan Mislan dan Budianto. Pencarian di laut akan disesuaikan dengan kondisi cuaca demi menjaga keselamatan petugas. Keluarga dan warga setempat masih menantikan kabar keduanya, sementara penyebab hilangnya kedua nelayan tersebut masih menjadi tanda tanya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/perahu-pulang-tanpa-pemilik-dua-nelayan-lansia-di-pacitan-mendadak-hilang

0

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Mengelola pemerintahan desa bukan hanya soal menjalankan administrasi, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib, cepat, dan mudah diakses. Di tengah perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan sistem kerja yang lebih praktis semakin penting. Perangkat desa dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar pekerjaan administratif tidak terus menyita waktu dan menghambat pelayanan kepada warga.

Selama ini, berbagai urusan pemerintahan desa dapat melibatkan pencatatan data, pengelolaan dokumen, serta koordinasi antarperangkat. Jika proses tersebut masih dilakukan secara terpisah, pekerjaan berisiko menjadi kurang efisien dan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan untuk membantu desa membangun tata kelola yang lebih terorganisasi, sekaligus mendukung pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu solusi digital yang dapat dilirik adalah Merpati Si Kades, sebuah aplikasi yang diperkenalkan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan pemerintahan desa. Melalui pendekatan berbasis teknologi, aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi desa yang ingin mulai menata proses kerja secara lebih modern. Informasi mengenai produk ini dapat dilihat melalui halaman Merpati Si Kades, sehingga calon pengguna dapat mengenal layanan yang ditawarkan sebelum mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan desa.

Kehadiran Merpati Si Kades membawa perhatian pada pentingnya digitalisasi dalam membangun pelayanan desa yang lebih praktis dan terarah. Dengan memilih sistem yang sesuai, pemerintah desa berpeluang meningkatkan keteraturan administrasi dan mendukung koordinasi pekerjaan sehari-hari. Pada akhirnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah untuk mendorong pengelolaan desa yang lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat masa kini.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/masih-serba-manual-mungkin-ini-alasan-merpati-si-kades-patut-dilirik

0